jalanrusak

 

Tembilahan (kabarinhil.com)- Kondisi jalan penghubung antara dua desa, dari pasar Tokolan desa Batang Tumu menuju pasar Lenggandong desa Bantaian di Kecamatan Mandah kini sangat memperhatian. Padahal jalan tersebut adalah jalan poros atau penghubung antar dua desa yang mempunyai peranan sangat penting terhadap aktifitas masyarakatnya sehari-hari.

Selain tidak bisa dilewati akibat badan jalan rusak berat dan berlubang-lubang, tidak jarang juga bila musin air pasang dan hujan tiba, konsidi jalan semakin parah karena  tidak luput rendaman air, sehingga tidak hanya kenderaan sepeda yang sulit untuk melintasi tetapi warga yang berjalan kaki pun mengalami kesulitan, terutama siswa Tsanawiyah yang berada dikawasan jalan tersebut.

Menurut Hariansyah anggota DPRD Inhil asal Dapil 4 (Kecamatan Mandah- Plangiran),  kerusakan jalan penghubung dua desa yang  sudah berlangsung lama tersebutdan sampai saat ini belum ada juga realisasi perbaikan dari Pemerintah, padahal selama dua tahun belakangan untuk perbaikan jalan tersebut selalu diusulkan pada setiap kesempatan.

“Sejak dua tahun lalu, sering untuk perbaikkan jalan ini selalu kita usulkan bahkan dari berbagai rapat, baik itu dalam Musrendes dan Banmus sering kita usulkan, tetapi sampai detik ini jangan realita realisasi perbaikannya, tanda-tanda untuk perbaikkannya pun tidak ada,” ujar Hariansyah ketika dikomfirmasi kabarinhil.com melalui selulernya.

Hariansyah berharap Pemerintah  bisa lebih dekat untuk melihat kondisi pembangunan didaerah yang perlu  mendapat prioritas, apalagi  berkaitan dengan khalayak ramai. Sejauh ini, peran jalan tersebut bukan hanya sekedar untuk perlintasan biasa, tapi menpunyai pengaruh besar terhadap kelancaran aktifitas proses belajar-mengajar terhadap sekolah yang berada didalam daerah tersebut.

“Kita sangat prihatin melihat aktifitas masyarakat dan pelajar di daerah tersebut saat ini, akibat kerusakan jalan yang tak kunjung ada perbaikkannya dan sulit untuk dilewati, aktifitas mereka menjadi terhambat. Syukur saat ini ada jalan alternatif dari kebijakan kepala desa melalui RIS PNPM, kalau tidak aktifitas masyarakat yang menghubungkan dua desa ini, bisamati total,” jelas Hariansyah yang juga kader “militan” Partai PDIP Inhil.

Sementara itu, Bujang warga Pasar Lenggandong desa Bantaian juga mengeluhkan kondisi jalan tersebut. Dikatakannya bahwa semenjak kerusakan jalan yang tidak ada perbaikannya, aktifitas kesehariannya sebagai tukang ojek menjadi terhenti dan ia terpaksa harus mencari kerjaan sampingan untuk menututpi kebutuhannnya.

 

“Mau tak mau, sekarang ini, Ya, terpaksa harus cari kerjaan lain, kalau tidak bagaimana memberi anak bini makan. Mau ngojek dengan kondisi jalan begini bukannya dapat hasil, malah sepeda motor yang rusak. Jangankan kendaraan, orang bejalan kaki saja sulit untuk melintas. Apalagi bila musim air pasang dan hujan, tambah parah lagi. badan jalan sama sekali  tidak terlihat,  habis terendam air semua,” keluh Bujang. ***(spt)